Aliran Tapak Suci adalah keilmuan pencak silat yang berlandaskan Al Islam, bersih dari syirik dan menyesatkan, dengan sikap mental dan gerak langkah yang merupakan tindak tanduk kesucian dan mengutamakan Iman dan Akhlak, serta berakar pada aliran Banjaran-Kauman, yang kemudian dikembangkan dengan metodis dan dinamis.
Perguruan Tapak Suci adalah perguruan yang merupakan peleburan sekaligus kelanjutan dari tiga paguron yang pernah ada sebelumnya, yaitu: Kasegu, Seranoman (baca: Sironoman), dan Kauman, berlandaskan Al Islam dan berjiwa ajaran KH. Ahmad Dahlan, membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian Indonesia, melestarikan budaya bangsa yang luhur dan bermoral, serta mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama, bangsa, dan negara.
Kelahiran Tapak Suci.
Atas desakan murid-murid Perguruan Kasegu kepada Pendekar Moh. Barrie Irsyad untuk mendirikan satu perguruan yang mengabungkan perguruan yang sejalur (Cikauman, Seranoman dan Kesegu). Perguruan Tapak Suci berdiri pada tanggal 31 Juli 1963 di Kauman, Yogyakarta. Ketua Umum pertama Tapak Suci adalah Djarnawi Hadikusumo.
Setelah berdiri Tapak Suci menerima permintaan untuk membuka cabang di daerah-daerah. Secara otomatis TAPAK SUCI menjadi wadah silaturahmi para pendekar yang berada di lingkungan Muhammadiyah. Pada tahun 1964, ketika itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah diketuai oleh KH Ahmad Badawi, Tapak Suci diterima menjadi organisasi otonom Muhammadiyah. Nama perguruan menjadi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, disingkat Tapak Suci.
Keluarga I Tapak Suci berdiri di Jawa Timur, lalu disusul di Sumatra Selatan, Jakarta, dan Sumatra Barat. Kini Tapak Suci telah menyebar ke Singapura, Belanda, Jerman, Austria, dan Mesir.
Terdapat tiga kategori tingkatan, yaitu siswa, kader, dan pendekar.
Siswa.
- Siswa Dasar ( Sabuk Kuning)
- Siswa Satu ( Sabuk Kuning Melati Satu)
- Siswa Dua ( Sabuk Kuning Melati Dua)
- Siswa Tiga ( Sabuk Kuning Melati Tiga)
- Siswa Empat ( Sabuk Kuning Melati Empat)
- Kader dasar (Biru Polos)
- Kader Muda (Biru Melati Merah Satu)
- Kader Madya (Biru Melati Merah Dua)
- Kader Kepala (Biru Melati Merah Tiga)
- Kader Utama (Biru Melati Merah Empat)
Pendekar.
- Pendekar Muda (Hitam Melati Merah Satu)
- Pendekar Madya (Hitam Melati Merah Dua)
- Pendekar Kepala (Hitam Melatih Merah Tiga)
- Pendekar Utama (Hitam Melati Merah Empat)
- Pendekar Besar (Hitam Melati Merah Lima)


No comments:
Post a Comment